CERITA PETUALANGAN SAHABAT 97 "The Scream Junggle
"PART II "
Ini lanjutan cerita yang kemarin....
Kalau belum tau ceritanya, baca dulu dari awal yah :)
PART II
*Kembali mereka melanjutkan perjalanan sambil diiringi canda tawa. Tapi, langkah mereka terhenti ketika mendenger suara seperti orang bertengkar.
"UDAHLAH CIN LO GA USAH IKUT CAMPUR !!! INI URUSAN GUE!!! PERGI LO !!! PERGI!!!" ucap seorang cowok.
"TA... TAPI DIQ... LO GA BOLEH GINI!!! HIDUP LO MASIH PANJANG!!! SEMENTARA GUE...." cewek itu tidak melanjutkan kata2nya.
"TAPI APA CIN... UDAHLAH GUE MAU MATI
AJA!!! GA ADA LAGI GUNANYA GUE HIDUP!!! GUE BAKAL LOMPAT KE JURANG
INI!!!" teriak cowok itu lagi.
" JANGAN!!! "teriak Shafira,Firkan,Syifa,Azmi,Kevin,Ravena,Wahyu,Caca,Realdi dan Risa kompak.
*Kemudian teriakan mereka cowok n cewek yg sempat adu mulut tadi pun menoleh ke arah mereka dan tiba2 cewek itu menghilang.
"Kalian siapa??? Cin... cindy lo dimana???"ujar shidiq yg menyadari menghilangnya cindy.
" JANGAN!!! "teriak Shafira,Firkan,Syifa,Azmi,Kevin,Ravena,Wahyu,Caca,Realdi dan Risa kompak.
*Kemudian teriakan mereka cowok n cewek yg sempat adu mulut tadi pun menoleh ke arah mereka dan tiba2 cewek itu menghilang.
"Kalian siapa??? Cin... cindy lo dimana???"ujar shidiq yg menyadari menghilangnya cindy.
"Lho!!! Bukannya cewek tadi temen lo yah ???"Tanya wahyu bingung.
"atau jangan2..."ucap kevin sambil berpikir.
"jangan2 apa vin???"tanya realdi,azmi bareng.
"jangan2... cewe tadi hantu!!!"ucap kevin tiba2.
"Akh... ga mungkinlah vin!! Ada2 aja lo !!!"bantah ravena.
"tunggu2... elo ber-10 ini siapa ??? Ngapain elo di hutan ini ???"Tanya sidiq yg bingung dgn kehadiran mereka.
"Owh... Kami dari Bandung datang kesini buat mencari tau tentang hutan ini !!!"jawab Firkan.
"Oh... gue Sidiq...
"Gue Firkan...
"Gue Shafira...
"Gue Syifa...
"Gue Azmi...
"Gue Kevin...
"Gue Risa...
"Gue Wahyu...
"Gue Caca...
"Gue Realdi...
"Gue Ravena...
"oh iyaa.. kalo kita boleh tau, kenapa tadi lo mau bunuh diri diq???"tanya kevin .
"owh.. itu.. gue udah putus asa banget. kedua orang tua gue dibunuh di hutan ini setahun yg lalu..." Cerita sidiq dgn suara parau.
"ma...maaf diq kita ga bermaksud..!!!"kata syifa.
"iya diq sorry yaa!!"kata realdi.
"gue turut berduka diq!!" ucap risa merenung.
"sekali lagi maafin kita ya diq" kata caca.
"gapapa kok..."jawab sidiq.
"terus... kok elo bisa bertahan yah di hutan ini sendirian?? lo ga takut diq?!!"tanya Azmi bingung.
"ini semua gara2 cindy, dia udah baik banget selama ini dia udah bantuin gue!!!" jawab Sidiq.
"ma...maaf ya diq kalo kita berprasangka buruk, cindy itu bukan manusia yah???"tanya Shafira hati2.
"i..iyaa.. dia sudah meninggal, tapi, dia udah baik banget sama gue.."ucap sidiq menyesal telah membentak cindy.
"gapapa kok..."jawab sidiq.
"terus... kok elo bisa bertahan yah di hutan ini sendirian?? lo ga takut diq?!!"tanya Azmi bingung.
"ini semua gara2 cindy, dia udah baik banget selama ini dia udah bantuin gue!!!" jawab Sidiq.
"ma...maaf ya diq kalo kita berprasangka buruk, cindy itu bukan manusia yah???"tanya Shafira hati2.
"i..iyaa.. dia sudah meninggal, tapi, dia udah baik banget sama gue.."ucap sidiq menyesal telah membentak cindy.
"Oh gitu... diq, elo mau ga gabung sama kita??? Daripada elu sendirian di hutan ini !?!"Ajak Firkan.
"Iya diq, gimana mau ga??" kata realdi.
"Ooh.. boleh... thanks ya !!!" ucap Sidiq senang.
"sidiq manis juga..."batin Ravena.
"jadi kita nambah satu orang nih!!!" kata Caca senang.
* Mereka ber-11 pun kembali melanjutkan perjalanan. Ditengah perjalanan ravena melihat seekor kucing hitam. (ravena kan penyayang binatang)
"Iya diq, gimana mau ga??" kata realdi.
"Ooh.. boleh... thanks ya !!!" ucap Sidiq senang.
"sidiq manis juga..."batin Ravena.
"jadi kita nambah satu orang nih!!!" kata Caca senang.
* Mereka ber-11 pun kembali melanjutkan perjalanan. Ditengah perjalanan ravena melihat seekor kucing hitam. (ravena kan penyayang binatang)
"aduh... kucingnya lucu, ngegemesin lagi..."ucap ravena sambil berlari mengejar kucing hitam itu.
"vena... sableng ya, kucing hitam kaya gitu dibilang lucu.."kata caca ketus.
"namanya juga oneng, ca... hihihi!!!"ucap risa ngeledek.
"TAHAAAANN EH...!!"ucap mereka ber-9 kompak.
"Eh ravena jangan!!!"teriak syifa telat, tapi ravena sudah tak tampak lagi.
* Mereka pun panik dan mencari ravena. Hingga akhirnya ravena ditemukan dalam keadaan tergeletak dan tak sadarkan diri.
"ven...ven... bangun vena!!!"ucap syifa sambil mengguncang-guncang tubuh ravena.
* Mereka mencoba untuk membangunkan ravena tapi, hasilnya Nihil... ravena tak kunjung sadar. Hingga akhirnya sidiq mengangkat tubuh ravena.
"udahlah... ravena ga akan bangun, kita cari orang yg bisa nyembuhin ravena!!!" usul Sidiq.
* Mereka setuju dengan ide sidiq dan kembali melanjutkan perjalanan. Ditengah perjalanan, mereka melihat 3 sosok wanita berbaju hitam yang sedang bertapa.
"TURUNKAN DIA!!!"teriak salah satu wanita itu dgn posisi membelakangi Shafira,Firkan,Syifa,Azmi,Realdi,Kevin,Wahyu,Ravena,Caca,Risa dan Sidiq.
"dia ngomong sama siapa??? sama kita???"ucap Azmi bingung.
"Ga mungkin mi!!! Dia kan ga ngeliat kita!!!"ucap Wahyu.
"HEY KALIAN!! TURUNKAN WANITA ITU ATAU DIA AKAN MATI!!!"Teriak seorang wanita itu dgn suara yang lebih keras.
"i..iya2!!!"Ucap sidiq sambil meletakan ravena didepan wanita itu.
* Ke-3 wanita itu kelihantannya masih muda. Hanya saja perawakannya seram dan mengenakan pakaian yg serba hitam. Ke-3 wanita itu kemudian menutup wajah ravena sambil berkomat-kamit. Tak lama kemudian ravena pun sadar.
"gue...gue dimana???"ucap ravena pelan.
"what dimana?!! yah di hutan lah..!!"ucap risa.
"elo tadi pingsan ven!! terus... mbak-mbak ini yg ngobatin elo!!!"ujar shafira pelan.
"makasih ya mbak.. udah ngobatin temen kita, nama kalian (mbak) siapa???"Tanya syifa.
"saya Ririn, saya Zherly dan saya Firda..."ucap ke-3 wanita itu.
"kalo begitu, kami permisi dulu mbak!!!"kata firkan.
"iya, tapi ingat... kalian jgn banyak ulah di hutan ini!!!"ucap ririn memberi tahu.
"kalian juga jangan mengganggu makhluk yang ada disini !!"ucap zherly menegaskan.
"..dan kalian harus menjaga ketenangan di hutan ini!!"sambung firda.
"Oke siap bos...!!!"ujar caca iseng.
*Mereka pun meninggalkan Zherly,Ririn,Firda dan kembali melanjutkan perjalanan. Karena kelelahan, maka mereka memutuskan untuk mencari penginapan untuk beristirahat.
Dimanakah... akan ku cari.. rumah penginapan...
Entah dimana...
Oh dimana... oh dimana...
Harus ku cari dirimu rumah...
Karena sekarang aku sudahlah tidak tahan lagi...
Aku lapar... aku capek... aku ngantuk...
Aku mau istirahat...
(selama perjalanan mencari penginapan Wahyu nyanyi2 gaje)
*Mereka hanya geleng2 kepala melihat tingkah sahabatnya yg satu ini . Setelah menempuh perjalanan yg cukup jauh n melelahkan akhirnya mereka menemukan sebuah penginapan kecil. Dengan hati2 mereka pun menuju penginapan tersebut.
" tok...tok...tok....
Tak lama kemudian seorang gadis dan satu cowok seusia mereka pun membukakan pintu.
"eeh... ada perlu apa yah???"Tanya gadis itu.
"gini... kami datang kesini untuk menginap, boleh???"tanya firkan sopan.
"kalian datang darimana???"tanya seorang cowok.
"kami datang dari Bandung."jawab risa.
Tiba2...
"siapa yan, dian???"tanya seorang cowo dan cewe dari dalam rumah itu.
Ketika melihat cowok itu mata ravena terbelalak dan kaget setengah mati.
.............................................To be continue.....................................................
# Kenapa ravena bener bener kaget setengah mati yaa melihat cowok itu ???
Siapakah cowok itu yang telah membuat ravena terbelalak tak menyangka hingga membuat kaget seperti itu ??? jeng...jeng....jeeng.........
Semuanya akan terjawab di PART III :)
Tunggu cerita selanjutnya di PART III ya, karena cerita ini masih panjang dan bagaimana petulangan ke-11 Sahabat itu??? apakah akan berhasil atau tidak dengan bertambah nya teman 'Sidiq' jadi 11???
Kira kira bisa ga ya mereka keluar dari hutan yang menyeramkan itu ???
TUNGGU KISAH PERJALANAN SELANJUTNYA DARI KE-11 SAHABAT TERSEBUT DI HUTAN TERLARANG!!!!!!



Ngakak lah Gileee saya mau bunuh diri -_-
BalasHapushehehe makasih ;) kalem ya da cerita ini hehe :D
BalasHapusrame ga tuh ceritanya ??
gila ngakak bangetttt, seru seru!
BalasHapus